Aku berjalan di kelam
sunyi
Bahkan di setiap
langkahku ini
Aku terisak menderu
hancur
Bagaikan kapal yang
terombang-ambing
Jalan yang begitu
menerangiku
Telah menciptakan
peradaban yang maju
Hingga tubuhku ingin
hidup selama-lamanya
dan Tuhan yang
membimbingku untuk selalu bertahan
Jalan ini memang sulit
diterpa
Tapi kakiku yang rapuh
pun
Tetap menghadapinya
Menjadikan ingin hidup
bahkan ditengah badai
Hidup kadang seenak itu
Hidup kadang saling melukai
Tapi hidup tidak akan dikuasai
Oleh sang penghancur lebur hati ini